Puan - Forum Nasional Perempuan yang digelar di Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026 mengangkat isu lingkungan hidup sebagai salah satu topik diskusi karena relevansinya dengan berbagai aspek kehidupan.
Dengan tema diskusi "Perempuan dan Ketahanan Bangsa" isu ekologi menjadi pembahasan selain isu lainnya dengan menghadirkan para pembicara Perempuan.
Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan Kementerian Kehutanan Sri Handayaningsih dalam diskusi tersebut menjelaskan bahwa isu kehutanan dan lingkungan hidup memiliki hubungan erat dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurutnya relevansi kedua hal tersebut dengan kehidupan berbangsa adalah khusus dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
“Ketahanan ekologis menjadi fondasi penting masa depan bangsa. Perempuan memiliki posisi strategis karena terlibat langsung dalam pengelolaan pangan keluarga, air, energi rumah tangga, hingga ekonomi berbasis masyarakat,” ujar Sri.
Lebih lanjut Sri menyatakan, perempuan memiliki kontribusi nyata dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), rehabilitasi hutan dan lahan, hingga pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti kopi, madu, minyak atsiri, rotan, dan serat alam yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa merusak kelestarian hutan.
Pada kesempatan tersebut Sri juga mengajak masyarakat menjaga DAS sebagai penopang utama kehidupan dan keberlanjutan lingkungan.
“Semua daratan terbagi dalam DAS. Karena itu menjaga DAS berarti menjaga keberlangsungan seluruh sektor kehidupan,” tegasnya.
Isu lain yang diangkat di Forum Nasional Perempuan yang diselenggarakan oleh Perempuan Indonesia Maju (PIM) adalah soal kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotik.***
