Jakarta - Apa saja yang dilakukan para istri diplomat saat menjadi pendamping suami-suaminya bertugas di negara-negara sahabat, membawa misi diplomasi sebuah negara?
Kenapa para istri pendamping para suami diplomat tidak bekerja saat berada di negara-negara misi? Bukankah perempuan dan laki-laki harus sejajar?
Hal-hal di atas hanya sebagian dari pertanyaan yang kerap muncul dari banyak orang. Apa benar anggapan tinggal di luar negeri sebagai Istri diplomat yang tidak perlu bekerja adalah sebuah berkah?
Walau tidak menjawab semua pertanyaan dan kiingintahuan banyak orang mengenai kehidupan istri seorang diplomat, buku baru Gramedia berjudul "Curhat Istri Diplomat" karya Lona Hotapea Tanasale ini setidaknya membuka pemahaman banyak orang tentang lika-liku kehidupan mereka.

(Photo/Gramedia)
Buku setebal wampir 250 halaman ini merupakan karya ketiga Lona, kandidat doktor pada jurusan Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran, Bandung.
"Curhat Istri Diplomat" dirampungkan penulisannya di Los Angeles, Amerika Serikat tempat di mana saat ini Lona masih mendampingi suaminya, diplomat Indonesia Charles F. Hutapea yang saat ini bertugas di KJRI Los Angeles.
Gramedia mulai merilis buku "Curhat Istri Diplomat" setelah 10 Juni 2026.
Di buku ini, Lona menceritakan pengalaman sebagai Istri diplomat di empat nagara penempatan suaminya, yakni Jepang, Prancis, Italia dan AS.
Sebelumnya, Lona yang juga aktif di Komunitas Perempuan Berkebaya ini, telah menelurkan tiga buku - dua buku solo dań satu buku antologi bersama enam teman istri diplomat.
